Kemah Paskah untuk Membentuk Karakter dan Keimanan Anak Wasior Sejak Dini

Momentum camping Paskah diharapkan semakin memperkokoh persekutuan yang rukun sebagaimana diamanatkan Tuhan Yesus dalam Tri Panggilan Gereja yaitu bersekutu, bersaksi dan melayani.
“Kebersamaan menghayati kesengsaraan Yesus sampai pada kebangkitanNya itu bukan hanya rutinitas belaka tapi kami berharap nanti akan terbentuk persekutuan yang kuat," kata Pendeta Maya.
Pendeta Maya juga berharap semangat kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan Camping Paskah bisa terus terjaga sehingga bisa berdampak pada semakin meningkatnya spiritualitas jemaat.
Jemaat ini berasal dari berbagai latar belakang suku, etnis yang berbeda sehingga bagaimana dalam perbedaan ini bisa disatukan dalam kasih Kristus.
Khusus bagi anak-anak dan remaja, Camping Paskah tahun 2024 lebih difokuskan pada penghayatan terhadap jejak-jejak penderitaan Yesus Kristus yang menanggung dosa umat manusia.
Dengan demikian, dalam pertumbuhan mereka sampai dewasa mereka mengenal identitas diri mereka sebagai orang Kristen, mengenal ciri Kristus dalam kehidupan mereka dan siap menderita dan mati untuk Kristus, sehingga saat dewasa mereka punya iman sudah kuat dan setia mengikuti Kristus.
Salah seorang warga jemaat Harun Sallu mengaku merasakan ada semangat kebersamaan dan persaudaraan yang terbangun di antara warga jemaat selama mengikuti Camping Paskah.
“Kegiatan ini sangat baik terutama menjalin hubungan keakraban di antara jemaat terutama dalam KSP. Awalnya kita tidak pernah duduk bersama, setelah ada camping ini kita masak, makan, kita berkumpul, satu rasa satu dengan yang lain," ucapnya.
Penyelenggaraan kemah dalam rangka memperingati Hari Raya Paskah merupakan upaya untuk membentuk karakter dan keimanan generasi muda sejak usia dini.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News