Kabar Gembira Bagi Pelaku UMKM Orang Asli Papua di era Otsus

Untuk menjadikan pelaku UMKM di Papua naik kelas, maka program pelatihan ketrampilan dan sertifikasi yang digalakkan pemerintah daerah sangat penting dan perlu dijalankan secara terus-menerus.
Dengan demikian, di era otonomi khusus, peluang pelaku UMKM untuk bisa naik kelas sangat besar. Pengusaha putra daerah Papua harus pandai membaca peluang bisnis di era otonomi khusus dan kemajuan teknologi digital.
​Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Biak Numfor dengan dukungan berbagai kementerian, seperti Kementerian PUPR, Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koperasi UKM, telah melakukan penguatan kapasitas berupa pelatihan terhadap pengusaha OAP.
Penguatan kapasitas dilakukan pemerintah daerah tidak hanya melalui Disperindag, tetapi juga Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi serta instansi non-pemerintah dengan memberikan berbagai program ketrampilan.
Pelatihan yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten Biak Numfor di antaranya tentang digitalisasi, pengamanan pangan, pelatihan manajemen pengelolaan objek wisata hingga pelatihan tata laksana ekspor.
Keberpihakan
Ketua Gapensi Biak, Amatus Mayor, mengakui bahwa di era otonomi khusus Papua keberpihakan dan peluang kepada pengusaha orang asli Papua untuk menjadi pengusaha menengah hingga besar tetap terbuka lebar.
Sertifikat kelulusan dari uji kompetensi di bidang konstruksi, bangunan dan air bersih di antara kebutuhan yang harus dimiliki pelaku UMKM OAP. Dengan mempunyai tenaga ahli di bidang konstruksi merupakan modal penting bagi pelaku UMKM OAP untuk bisa meningkatkan status usahanya.
Kabar gembirsa bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) orang asli Papua di era Otsus.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News