Polda Papua Ajukan Alat Pendeteksi Narkoba ke Mabes Polri

Rabu, 28 Juni 2023 – 19:40 WIB
Polda Papua Ajukan Alat Pendeteksi Narkoba ke Mabes Polri - JPNN.com Papua
Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Kombes Pol Alfian. Foto: Ridwan/JPNN.com

papua.jpnn.com, JAYAPURA - Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Kombes Pol Alfian merespons tingginya angka kasus penyelundupan narkoba di wilayah Pelabuhan Jayapura belakangan ini.

Alfian mengungkapkan kawasan pelabuhan sebagai pintu masuk keluar orang  tentu membutuhkan sebuah alat pendeteksi narkoba guna mencegah penyusupan barang haram tersebut.

"Di sana (pelabuhan) kan belum ada alat deteksi narkoba. Jadi, selama ini aparat kami itu melakukan penangkapan, ya memang secara manual, pakai insting (kecurigaan) terus dilakukan razia penumpang naik dan turun di setiap kapal yang masuk," ujar Alfian di Jayapura, Selasa (27/6).

Saat ini alat deteksi itu sedang dalam proses pengajuan ke Mabes Polri.

Alfian berharap alat pendeteksi narkorba tersebut bisa segera diadakan untuk meminimalisasi peredaran narkoba.

"Semoga Mabes Polri bisa penuhi segera. Nanti alatnya sementara kami taruh di Polda (Papua) dulu," ungkap Alfian.

"Kalau untuk pelabuhan sebenarnya kami berkoordinasi dengan Pelindo selaku operator pelabuhan. Nanti mereka bisa tempatkan alat di sana. Ya, Pelindo kan yang punya wilayah pelabuhan. Polisi hanya pengamanan," timpalnya.   

Selama ini dalam mengendus gerak-gerik pelaku narkoba, termasuk di wilayah pelabuhan, menurut Alfian, polisi hanya didukung oleh alat yang disebut Direction Finder (DF) atau pelacak lokasi.

Kasus penyeludupan narkotika jenis ganja di pelabuhan laut yang tinggi membuat Polda Papua harus meminta alat pendeteksi Narkoba dari Mabes Polri.
Facebook JPNN.com Papua Twitter JPNN.com Papua Pinterest JPNN.com Papua Linkedin JPNN.com Papua Flipboard JPNN.com Papua Line JPNN.com Papua JPNN.com Papua

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

TERPOPULER

PERIODE:   6 JAM 12 JAM 1 HARI 1 MINGGU

Maaf, saat ini data tidak tersedia