Bupati Auri Gelar Pesta Rakyat untuk Peringati HUT Ke-22 Kabupaten Teluk Wondama

Menariknya, Elysa Auri dan jajarannya juga memaksimalkan HUT Kabupaten Teluk Wondama sebagai momentum untuk mengajak seluruh elemen Rakyat Wondama agar mengawal bersama peringatan 100 Tahun Aitumieri.
Itu terlihat dari digelarnya Talk Show Aitumieri untuk menegaskan bahwa Kabupaten Teluk Wondama siap menyambut saudara-saudara mereka dari seluruh wilayah Papua, dan kota-kota lainnya untuk datang pada Oktober mendatang.
“Peringatan 100 Tahun Tanah Peradaban Papua bukan peristiwa biasa, melainkan batu pijak untuk kita melangkah dengan optimis ke depan. Mengapa? Karena dari sinilah peradaban Orang Papua dimulai, dalam arti pendidikan diajarkan secara terstruktur dan tertata. Ini juga bukan hanya milik orang Wondama, melainkan milik kita semua orang Papua.”
Keyakinan Auri benar, sebagaimana ditulis di buku Dr FC Kamma (1994), bahwa pada 1923, IS Kijne, bersama dengan F Slumpt dan Yohanes Eygendaal mendarat di Pulau Mansinam.
Tak berapa lama, tepatnya Oktober 1925, sekolah berasrama dipindahkan dari Mansinam ke Bukit Aitumieri di daerah Miei Teluk Wondama.
Nama sekolah dimaksud adalah Opleidingsschool voor Volksonderwijzers yang artinya Sekolah Pelatihan Bagi Pendidik-Pendidik Rakyat, atau bahasa gampangnya Sekolah Guru.
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa seratus tahun lalu orang Papua telah mengenal pendidikan, bahkan pendidikan dengan asrama, layaknya yang kita lihat di era modern sekarang ini.
Saat itu Kijne dibantu Gosal, seorang guru dari Manado dan Joh Ariks dari Mansinam.
Bupati Elysa Auri pada momen HUT ke-22 Kabupaten Teluk Wondama juga memimpin Kick-off dalam rangka menyambut peringatan Satu Abad Tanah Peradaban Papua.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News