Menyalami Prajurit Bersenjata di Perbatasan RI-PNG, Letjen TNI Arif Rahman: Jangan Sampai Lengah

Danpussenif mengatakan tugas di Papua adalah tugas yang berada dalam situasi yang khusus. Dia mengingatkan jangan membuat pelanggaran.
Baca Juga:
Sebab, kejadian yang melibatkan Prajurit TNI akan menjadi sorotan dunia internasional dengan isu-isu yang terkadang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang anti-TNI maupun anti-NKRI.
Letjen Arif mengingatkan prajuritnya agar jangan beranggapan daerah operasi/penugasan sebagai wilayah yang aman.
“Jangan sampai lengah yang dapat berakibat fatal dan kerugian bagi pihak sendiri,” kata Letjen Arif.
Dia juga meminta prajuritnya untuk melaksanakan komunikasi sosial dan pembinaan teritorial yang baik dengan masyarakat guna mendukung pelaksanaan tugas dan jaga kesehatan selama melaksanakan tugas.
Sebelum meninggalkan Pos Kotis Satgas Pamtas RI-PNG, Danpussenif Letjen TNI Arif Rahman menanam pohon kenangan jenis mangga harum manis di area halaman Pos Kotis.
Selama kunjungan di Pos Satgas Pamtas RI-PNG, rombongan Danpussenif didampingi oleh para Kasi Korem 174/ATW, Dandim 1707/Merauke dan Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 511/DY Letkol Inf Rully Noriza.(fri/jpnn)
Letjen TNI Arif Rahman menyalami seorang prajurit bersenjata saat mengunjungi Pos-Pos Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sektor Selatan, Rabu (2/11).
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News