Senator Filep Apresiasi Pemerintah yang Memprioritaskan APBN 2025 untuk Kemajuan Sektor Pendidikan

“Hal lain perlu saya tekankan, masalah jumlah anak tidak sekolah yang masih menjadi pekerjaan rumah kita. Persentase anak tidak sekolah semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kelompok umur. Kita lihat datanya, anak usia 7-12 terdapat 0,67 persen tidak sekolah, usia 13-15 terdapat 6,37 persen, dan usia 18-18 terdapat 19,20 persen,” katanya.
Senator Filep menyebutkan Angka Putus Sekolah pada tahun 2024.
Menurut Filep, secara umum terdapat satu dari 1.000 penduduk yang putus sekolah di jenjang SD sederajat atau sekitar 0,11 persen.
Dari 1.000 penduduk yang mengenyam pendidikan SMP sederajat, delapan diantaranya putus sekolah sebesar 0,82 persen.
Sedangkan, angka putus sekolah pada jenjang SMA/SMK sederajat terdapat 10 dari 1.000 penduduk yang mengenyam pendidikan SMA/SMK sederajat putus sekolah atau 1,02 persen.
Hal ini menunjukkan makin tinggi jenjang pendidikan, angka putus sekolah juga semakin tinggi.
“Ini masalah serius sekaligus tantangan bagi bangsa kita, terutama para pemimpin agar melahirkan kebijakan-kebijakan yang semakin solutif,” pungkas Senator Filep.(fri/jpnn)
Senator Filep Wamafma mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memprioritaskan penggunaan APBN 2025 untuk memajukan sektor pendidikan.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News