8 Pelajar Salurkan Bantuan dari Jenderal Dudung untuk Warga Perbatasan RI-PNG

Membahas tentang kedelapan pelajar tersebut, dapat mengugah hati kita semua bahwa masih ada anak-anak muda zaman sekarang yang memiliki jiwa kejuangan yang tinggi untuk mengambil bagian dalam membela tanah air tercinta melalui bantuan sosial kepada masyarakat.
Mereka adalah anak-anak muda generasi penerus bangsa yang gagah perkasa dengan motivasi dan jiwa rela berkorban yang hakiki sehingga mereka telah meluangkan waktunya untuk berpartisipasi dalam mendukung kegiatan sosial tersebut di tengah-tengah masyarakat.
Mengapa mereka mau rela berkorban jiwa dan raga, waktu dan tenaga untuk mewujudkan pengabdiannya kepada negara dan bangsa tercinta?
Ada satu hal yang perlu kita sadari bersama bahwa semua yang dilakukan oleh kedelapan pelajar tersebut tidak lain tidak bukan karena mereka adalah anak Indonesia yang cinta NKRI sudah Harga Mati..!
Sebab bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat (3) yang berbunyi, "Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara."
Oleh sebab itu, sebagai Warga Negara Indonesia perlu memberi apresiasi positif kepada anak-anak muda ini.
Mereka berharap semoga di kemudian hari akan ada kegiatan kegiatan sosial lainnya yang bisa membantu kesulitan rakyat di sekitarnya maupun untuk kepentingan kemanusiaan secara global, regional maupun nasional.
Selain itu, mereka berharap perlu melibatkan generasi muda bangsa lainnya sehingga mereka terdidik sejak dini untuk memahami tentang makna sebuah persaudaraan sejati, makna tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam prespektif kehidupan manusia di Bumi ini.
Delapan orang pelajar Papua jadi viral menyalurkan bantuan tali asih dari KSAD Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News